Maintenance dalam Pengembangan Software System


Istilah pemeliharaan perangkat lunak digunakan untuk menjabarkan aktivitas dari analis sistem (software engineering) yang terjadi pada saat hasil produk perangkat lunak sudah dipergunakan oleh pemakai (user). Biasanya pengembangan produk perangkat lunak memerlukan waktu antara 1 sampai dengan 2 tahun, tetapi pada pase pemeliharaan perangkat lunak menghabiskan 5 sampai dengan 10 tahun. Aktivitas yang terjadi pada pase pemeliharaan antara lain :

Penambahan atau peningkatan atau juga perbaikan untuk produk perangkat
lunak, meliputi :
       1. penambahan fungsi-fungsi baru
       2. perbaikan tampilan dan modus interaktif
       3. perbaharui dokumen ekstemal
       4. perbaharui dokumentasi internal
       5. perbaharui karakteristik perfomansi dari sistem

              Adaptasi produk dengan lingkungan mesin yang baru, meliputi :
       1. pemindahan perangkat lunak ke mesin yang berlainan
       2. modifikasi untuk dapat mempergunakan protokol atau disk drive tambahan.
              Pembetulan permasalahan yang timbul, meliputi :         
        1. pembenaran kesalahan yang timbul setelah produk perangkat lunak dipergunakan oleh
            user (pemakai).
   
Aktivitas pemeliharaan menghabiskan biaya terbesar dari seluruh anggaran pengembangan atau pembuatan perangkat lunak. Hal ini merupakan yang sering kali terjadi jika pemeliharaan menghabiskan 70% Bari seluruh biaya pengembangan perangkat lunak. Sedangkan pada pase pemeliharaan sekitar 60% digunakan untuk anggaran penambahan atau perbaikan perangkat lunak, sisanya untuk adaptasi atau pembetulan. Dari besarnya biava yang dihabiskan untuk pase pemeliharaan maka tidak heran apabila tujuan dari pengembangan atau pembuatan perangkat lunak adalah menghasilkan sistem perangkat lunak yang dapat diandalkan dan mudah dalam pemeliharaannya. Atribut utama dari perangkat lunak yang mudah dalam pemeliharaan adalah:

-  Perangkat lunak dikerjakan per modul
-  Perangkat lunak mempunyai kejelasan
-  Dokumentasi internal yang baik dan jelas
-  Dokumen-dokumen pendukung lainnya

Alasan biaya pemeliharaan lebih tinggi dari pada biaya pengembangan, berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkannya :
1. Stabilitas Tim, biasanya tim pengembang dan tim pemelihara adalah orang yang berbeda karena tim pengembang biasanya sudah lari ke proyek baru sehingga tim pemeliharanya tidak begitu paham atas sistem yang dikembangkan.
2.  Tanggung Jawab Kontrak, kontrak bagi pengembang dan pemelihara kebanyakan terpisah atau diberikan kepada perusahaan yang berbeda dan bahkan bukan pengembang sistem aslinya, akibatnya tidak ada insentif bagi pengembang untuk membuat sistem yang mudah untuk diubah.
3.   Keahlian Staff, staff pemelihara kebanyakan tidak berpengalaman dalam hal pemeliharaan software dan staff pemelihara sering diaangap tidak memerlukan keahlian yang mendalam di bidang software.
4. Umur dan Struktur Program, program yang sudah tua biasanya strukturnya sudah terdegradasi oleh perkembangan jaman sehingga sangat sulih dipahami oleh pemelihara.

Pemeliharaan perangkat lunak jika ditinjau dari daur siklus pengembangan perangkat lunak dapat dikelompokkan sebagai herikut: 
Perluasan dan analisis merupakan perwujudan kembali dari fase analisis pada daur
   siklus pengembangan.
Pembenaran merupakan perwujudan kembali dari fase analisis, perancangan
  dan penerapan.

Selain itu juga seluruh alat bantu yang digunakan pada pengembangan perangkat lunak dapat digunakan pada pemeliharaan perangkat lunak.

Aktivitas analisis selama pemeliharaan perangkat lunak meliputi: Pengertian skope dan pengaruh yang ditimbulkan akibat dari perubahan, selain itu juga batasan (kendala) yang terjadi akibat perubahan. Sedangkan pada perancangan dan fase pemeliharaan meliputi perancangan kembali dari perubahan-perubahan yang diinginkan, dimana perubahan ini akan diterapkan sehingga menyebabkan dokumentasi internal dan program sumber juga harus diperbaharui, dan test case yang baru harus dirancang untuk memulai keakuratan hasil modifikasi, Selama itu juga dokumen pendukung (keperluan, spesifikasi perancangan, rencana uji coba, prinsip pengoperasian, petunjuk pemakaian) harus diperbaharui untuk memperlihatkan hasil perubahan. 

Pemeliharaan Perangkat Lunak adalah proses umum pengubahan/pengembangan perangkat lunak setelah diserahkan ke konsumen. Perubahan mungkin berupa perubahan sederhana untuk membetulkan error koding atau perubahan yg lebih ekstensif untuk membetulkan error perancangan/perbaikan signifikan untuk membetulkan error spesifikasi/akomodasi persyaratan baru.

Jenis-Jenis Pemeliharaan Software
1. Corrective (perubahan yang dilakukan guna memperbaiki kesalahan)
       Perawatan perangkat lunak korektif melibatkan mengembangkan dan menyebarkan solusi untuk masalah ("bug") yang timbul selama penggunaan program perangkat lunak. Pengguna komputer akan melihat masalah kinerja dengan perangkat lunak, seperti pesan error yang datang pada layar atau program pembekuan atau menabrak, berarti perawatan perangkat lunak perbaikan perlu dilakukan. Seringkali perbaikan ini secara permanen memecahkan masalah, tetapi tidak selalu. Beberapa perbaikan bertindak sebagai solusi sementara sambil pemrogram komputer bekerja pada solusi yang lebih permanen. 

2. Perfective (perubahan untuk meningkatkan kualitas sistem tanpa merubah fungsinya)
        Tidak ada program perangkat lunak yang berisi nol kekurangan atau area yang perlu diperbaiki. Perawatan perangkat lunak perfektif melibatkan pemrogram komputer bekerja untuk meningkatkan cara fungsi program perangkat lunak atau seberapa cepat proses permintaan. Programmer juga dapat terlibat dalam perawatan perangkat lunak perfektif untuk meningkatkan tata letak menu perangkat lunak dan antarmuka perintah. Terkadang programmer perlu melakukan pemeliharaan perfektif pada perangkat lunak karena pengaruh luar, seperti peraturan pemerintah baru yang mempengaruhi bagaimana bisnis beroperasi.

3. Adaptive (perawatan berdasarkan perubahan lingkungan)
          Bidang teknologi terus berubah melalui hardware dan pengembangan perangkat lunak. Perawatan perangkat lunak Adaptive mengatasi perubahan ini. Perubahan dalam kecepatan prosesor, misalnya, akan mempengaruhi bagaimana perangkat lunak melakukan pada sebuah komputer. Software berinteraksi dengan program perangkat lunak lain pada komputer atau jaringan, yang berarti perubahan dalam satu program dapat memerlukan perubahan dalam program lain. Seorang pengguna akhirnya akan memperkenalkan perangkat lunak baru ke komputer atau jaringan, yang juga dapat mempengaruhi bagaimana perangkat lunak lain yang sudah ada beroperasi.

4. Preventative (Meningkatkan reliability, future maintainability, future enhancement  (reverse engineering dan re-engineering))

            Ketika pemrogram komputer terlibat dalam perawatan perangkat lunak preventif mereka mencoba untuk mencegah masalah dengan program perangkat lunak sebelum terjadi. Programmer berusaha mencegah pemeliharaan korektif sebanyak mungkin, sementara juga mengantisipasi kebutuhan pemeliharaan adaptif sebelum pengguna mengalami masalah. Programer komputer yang pengujian perangkat lunak, sebagai perusahaan otomotif menguji kendaraan yang mereka buat, untuk memastikan perangkat lunak dapat menangani beban data yang tinggi dan operasi stres lain tanpa masalah. Programmer komputer juga menguji perangkat lunak dengan pengguna program lain kemungkinan akan digunakan pada komputer mereka, membuat masalah kompatibilitas yakin tidak muncul.

Manfaat Pemeliharaan Software
Ada beberapa manfaat dari pemeliharaan software, yaitu sebagai berikut :
1. Dapat memastikan kesesuaian dengan kebutuhan fungsionalitas teknis software.
2. Dapat memastikan kesesuaian kebutuhan pihak manajerial mengenai jadwal dan budget.
3. Dapat meningkatkan efisiensi software berikut juga aktifitas pemeliharaannya.

Referensi :


Perkembangan dari sebuah aplikasi UC Browser


UC Browser, UCWeb Inc. (UCWeb) adalah penyedia teknologi software internet mobile dan layanan applikasi terdepan. Berdiri sejak tahun 2004, Misi UCWeb adalah memberikan pengalaman internet yang lebih baik untuk milyaran penggunanya di seluruh dunia.
Hasil gambar untuk perkembangan dari sebuah aplikasi uc browser
UC Browser, produk unggulan dari UCWeb, tersedia untuk lebih dari 3000 model ponsel yang berbeda dari 200 lebih produsen ponsel. Selain itu, UC Browser dapat digunakan di semua sistem operasi seperti SymbianAndroidiOSWindows MobileWin CEJavaMTK, dan Blackberry. Pada Juni 2011, UCWeb merilis U3 kernel, produk hak milik perusahaan (mirip seperti mesin mobil). Browser yang memiliki U3 dapat memberikan user pengalaman web surfing yang cepat, nyaman dan aman.
Saat ini, UCWeb terus berkembang dengan cepat, 80% dari 1000 lebih karyawannya terus aktif dalam penelitian dan pengembangan produk. UCWeb telah mendapatkan dan sedang dalam proses pengajuan lebih dari 200 paten di bidang mobile browser.
UCWeb telah membangun jaringan server independen di AsiaAmerika Utara dan Eropa. melayani lebih dari 500 juta user di lebih dari 150 negara dan wilayah di seluruh dunia. UC Browser tersedia dalam 11 bahasa termasuk Bahasa IndonesiaInggrisRusia dan Vietnam. Sejak September 2011, UC Browser telah didownload lebih dari 1.5 milyar kali di seluruh dunia dan page view setiap bulannya lebih dari 160 milyar. Dengan dibukanya kantor cabang luar negri pertamanya di India pada September 2011, UCWeb berharap dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk basis pengguna internasionalnya.
Sejarah
UC Browser adalah peramban ponsel yang dibuat oleh UCWeb (sebelumnya bernama UC Mobile). Awal UC browser dirilis dan didirikan di Beijing tepat pada bulan April 2004 dalam format aplikasi Java. oleh tim UC mobile LTD yang di pimpin oleh seorang laki laki yang bernama Yu Yongfu yang merupakan CEO UCWeb.
Keunggulan
·         Fitur Add-On
UC Browser mendukung Fitur Add-On yang terdiri dari
·         Save Page, dapat menyimpan halaman favorit anda.
·         Facebook Lebih Cepat,dapat membuka Facebook lebih cepat karena mendukung Facebook dalam tampilan Simple maupun seperti aplikasi Facebook. Tidak seperi browser pesaingnya, UC Browser dapat membuka Facebook dengan lancar dan tidak pernah salah menuju link halaman Facebook yang dituju
·         Clipboard, mengingat lebih banyak yang telah anda salin
·         Screenshot, UC Browser memudahkan anda untuk screenshot
·         Penelusuran Lebih Cepat, jika anda merasa lama membuka halaman, dengan mengklik tombol ini anda dapat membuka halaman lebih cepat
·         Selain itu masih banyak lagi Fitur Add-On yang di miliki Oleh UC Browser
·        Tema/Wallpaper
Selain Fitur Add-On, dengan UC Browser kita dapat mengganti Tema atau wallpaper sesuai yang kita inginkan
·       Download Lebih Cepat
UC Browser sangat cocok untuk anda yang hobi download maupun upload, lebih cepat dan hemat waktu. Jika mendownload gagal maka akan otomatis UC Browser melanjutkan pengunduhan gagal tersebut
·         Mendukung Pengetikan Keyboard Emoticon
Jika anda menggunakan keyboard emoticon, emoticon yang anda hasilkan akan bagus, tidak seperti browser yang lainnya.
·         Lebih Lancar Streaming Video
Dengan UC Browser anda tidak perlu repot mendownload aplikasi Youtube, karena dengan UC Browser anda dapat membuka Youtube dengan lancar. Dengan UC Browser streaming di situs manapun lebih mudah dan lancar.
Penghargaan
·         Dari Frost & Sullivan, firma konsultan bisnis ternama di dunia. Penghargaan tersebut adalah Market Leadership award 2013 dalam kategori industri browser ponsel (APAC) diberikan kepada UC Web Inc., sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian posisi perusahaan dalam industri browser ponsel dan usaha yang luar biasa dalam mewujudkan inovasi produk dan pengembangan teknologi dalam industri browser ponsel.
·         Penghargaan About.com 2011 Reader's Choice Awards. Penghargaan ini diberikan oleh situs rekomendasi klasifikasi informasi paling terkenal di dunia About.com tepat setahun setelah versi internasional UC Browser dirilis Getjar.
·           UC Browser masuk dalam daftar produk baru terbaik di dunia versi Getjar, application store independen paling besar di dunia.
Macam – macam uc browser
·         UC Browser Mini
·         UC Browser HD
·         UC Browser Could
·         UC Browser Handler

sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/UC_Browser

Application Service Library



Definisi Application Service Library (ASL) 

Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah "perpustakaan" digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.

Hasil gambar untuk application service library


ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda, awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider PinkRoccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.

Cakupan Application Service Library (ASL) 
ASL ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:
  1. Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi.
  2. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.

Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:
  1. Use Support
  2.  Configuration Management
  3. IT Operation Management
  4. Continuity Management
Framework Application Service Library
  1. Pemeliharaan dari aplikasi. Proses yang menghasilkan ketersediaan optimum aplikasi saat ini sedang digunakan untuk mendukung proses bisnis dengan minimal sumber daya dan gangguan dalam operasi
  2. Tambahan / renovasi aplikasi proses yang beradaptasi aplikasi dengan keinginan baru dan persyaratan dalam menanggapi perubahan organisasi dan lingkungannya yang diperlukan penyesuaian dilakukan terhadap perangkat lunak. Model data dan dokumentasi.

Dua sudut pandang penting dapat dibedakan di sini:
·                     Yang pertama adalah perspektif 'mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi'. Ini berarti menjaga aplikasi dan berjalan dan memastikan bahwa mereka mendukung organisasi kegiatan sehari-hari. Secara praktis, ini melibatkan menyediakan layanan terus menerus dengan membuat perusahaan kesepakatan tentang tingkat layanan dan memulihkan tingkat layanan yang disepakati secepat mungkin jika penyimpangan ditetapkan; menciptakan tingkat tinggi aksesibilitas bagi pertanyaan dan komentar dari klien tentang layanan.
·                     Yang kedua adalah mencegah gangguan dan memfasilitasi layanan baru dengan menanggapi sebagai layanan ICT penyedia dalam waktu yang baik. Fokusnya adalah karena pada layanan, layanan yang disediakan dan yang (bersama-sama dengan manajemen infrastruktur) memfasilitasi penggunaan aplikasi. Dalam hal ini biaya umum jumlah 10 - 20% dari biaya keseluruhan manajemen aplikasi.
-          Tiga tingkat dibedakan: operasional, taktis dan strategis.
-          Tingkat operasional mengakui dua kelompok proses:
Cluster proses di tingkat strategis adalah
  • Organisasi Manajemen Siklus (OCM) , proses yang bertujuan untuk mengembangkan visi masa depan organisasi jasa ICT dan menerjemahkan visi yang menjadi kebijakan untuk pembaruannya
  • Aplikasi Cycle Management (ACM), proses yang berfungsi untuk membentuk strategi jangka panjang untuk berbagai aplikasi yang sesuai dalam keseluruhan penyediaan informasi organisasi dalam kaitannya kebijakan jangka panjang organisasi
 sumber : 
http://suryoari.blogspot.co.id/2018/04/application-service-library-pengertian.html
http://salmanisahrnds.blogspot.co.id/2017/07/application-service-library-asl.html

Software Maintenance Maturity Model

Hasil gambar untuk Software Maintenance Maturity Model

A. Pengertian Maturity Model
    Maturity Model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal.

Secara umummaturity model biasanya memiliki ciri sebagai berikut :
   Ã˜  Proses pengembangan dari suatu organisasi disederhanakan dan dideskripsikan
    dalam wujud tingkatan kematangan dalam jumlah tertentu (biasanya empat hingga
    enam tingkatan).
   Ã˜  Tingkatan kematangan tersebut dicirikan dengan beberapa persyaratan tertentu yang
     harus diraih.
   Ã˜  Tingkatan-tingkatan yang ada disusun secara sekuensial, mulai dari tingkat inisial sampai
    pada tingkat akhiran (tingkat terakhir merupakan tingkat kesempurnaan).
   Ã˜  Selama pengembangan, sang entitas bergerak maju dari satu tingkatan ke tingkatan
    berikutnya tanpa boleh melewati salah satunya, melainkan secara bertahap berurutan.

B. Pengertian Software Maintenance
    Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja/fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).

C. Proses Software Maintenance
Bagian ini menjelaskan proses pemeliharaan perangkat lunak enam sebagai :

1. Proses implementasi mengandung persiapan perangkat lunak dan kegiatan transisi, seperti konsepsi dan penciptaan rencana pemeliharaan; persiapan untuk menangani masalah yang diidentifikasi selama pengembangan, dan tindak lanjut pada manajemen produk konfigurasi.
2. Masalah dan proses modifikasi analisis, yang dieksekusi sekali aplikasi telah menjadi tanggung jawab kelompok perawatan. Programmer pemeliharaan harus menganalisa setiap permintaan, konfirmasikan (dengan mereproduksi situasi) dan periksa validitas, menyelidiki dan mengusulkan solusi, mendokumentasikan permintaan dan usulan solusi, dan akhirnya, memperoleh semua otorisasi yang diperlukan untuk menerapkan modifikasi.
3. Proses mempertimbangkan pelaksanaan modifikasi sendiri.
4. Penerimaan proses modifikasi, dengan mengkonfirmasi karya yang dimodifikasi dengan individu yang mengajukan permohonan dalam rangka untuk memastikan modifikasi memberikan solusi.
5. Proses migrasi (migrasi platform, misalnya) luar biasa, dan bukan merupakan bagian dari tugas pemeliharaan sehari-hari. Jika perangkat lunak harus porting ke platform lain tanpa ada perubahan dalam fungsi, proses ini akan digunakan dan tim proyek pemeliharaan kemungkinan akan ditugaskan untuk tugas ini.
6. Akhirnya, proses pemeliharaan lalu, juga suatu peristiwa yang tidak terjadi setiap hari, adalah pensiun dari sebuah software.

·         Ada sejumlah proses, kegiatan dan praktek yang unik untuk pengelola, misalnya :
a. Transisi : Urutan terkontrol dan terkoordinasi kegiatan selama sistem ditransfer progresif dari pengembang untuk pengelola.
b. Service Level Agreements (SLA) dan kontrak pemeliharaan khusus (domain-spesifik) dinegosiasikan oleh pengelola.
c. Modifikasi Permintaan dan Masalah Meja Laporan Bantuan : Proses penanganan masalah yang digunakan oleh pengelola untuk memprioritaskan, dokumen dan rute permintaan yang mereka terima.
d. Modifikasi Permintaan Penerimaan / Penolakan : Permintaan modifikasi bekerja lebih dari ukuran tertentu / usaha / kompleksitas mungkin ditolak oleh pengelola dan dialihkan untuk pengembang.


D. Aspek Kegiatan Maintenance
    Aktivitas pemeliharaan yang pertama terjadi karena asumsi yang salah pada saat uji coba yaitu kesalahan-kesalahan tersembunyi pada perangkat lunak yang cukup besar. Menurut O’Brien (2005) bahwa dibutuhkan pembagian kegiatan maintenance ke dalam empat aspek. Pemeliharaan perangkat lunak dapat dibedakan menjadi :
1. Adaptive : Diartikan sebagai modifikasi sistem untuk mengatasi perubahan lingkungan software. Aktivitas ini terjadi karena pertumbuhan atau perkembangan perangkat lunak atau perangkat keras sehingga memerlukan modifikasi dari perangkat lunak yang telah dibuat.
2. Perfective : Diartikan sebagai tindakan baru implementasi atau perubahan pengguna peralatan yang mana memperhatikan fungsi tambahan untuk software. Aktivitas ini terjadi pada saat perangkat lunak yang telah dibuat dan dilakukan uji coba kemudian dipergunakan oleh user. Setelah dipergunakan oleh user mungkin timbul permintaan tambahan fungsi sesuai dengan keinginan pemakai.
3. Corrective : Diartikan sebagai deteksi dan perbaikan masalah, yang ditemukan oleh pengguna. Aktivitas ini terjadi pada saat produk dipakai dan hasil yang didapat oleh pamakai baik berupa kesalahan yang timbul maupun kesalahan dalam bentuk keluaran yang tidak sesuai.
4. Preventive : Diartikan sebagai peningkatan kemampuan software atau reabilitas untuk menghindari masalah di masa yang akan datang. Pemeliharaan yang terakhir dilakukan untuk menghadapi kemajuan perangkat lunak atau perangkat keras di masa mendatang, umpamanya penambahan fungsi-fungsi atau melengkapi fungsi-fungsi yang telah ada.

E. Maintenance Planning Activity
1. Pemeliharaan korektif : Perbaikan dari kerusakan yang tak terduga.
2. Pemeliharaan preventif : Perawatan berkala.
3. Pemeliharaan prediktif : Pemeriksaan dini pada kegagalan dan perencanaan perbaikan.

F. Teknik - Teknik Maintenance
    Software maintenance yang efektif dilakukan dengan teknik yang spesifik atau khusus untuk maintenance. Beberapa teknik praktis yang biasa dipakai maintener :
1. Program Comprehension.
2. Re-engineering.
3. Reverse engineering.
4. Impact Analysis.

Daftar pustaka : 
http://yuliahendro.blogspot.co.id/2018/03/software-maintenance-maturity-model.html


COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology)


Hasil gambar untuk cobit
           
           Control Objective for Information and related Technology, disingkat COBIT, adalah suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi.
COBIT dikembangkan oleh IT Governance Institute, yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA). COBIT memberikan arahan ( guidelines ) yang berorientasi pada bisnis, dan karena itu business process owners dan manajer, termasuk juga auditor dan user, diharapkan dapat memanfaatkan guideline ini dengan sebaik-baiknya.
·         Kerangka kerja COBIT ini terdiri atas beberapa arahan ( guidelines ), yakni:
1. Control Objectives: Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat-tinggi ( high-level control objectives ) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu: planning & organization , acquisition & implementation , delivery & support , dan monitoring .
2. Audit Guidelines: Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci ( detailed control objectives ) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.
3. Management Guidelines: Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Sejauh mana Anda (TI) harus bergerak, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan   sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
- Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus?
- Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors )?
- Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan?
- Bagaimana dengan perusahaan lainnya – apa yang mereka lakukan?
- Bagaimana Anda mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.

·         The COBIT Framework memasukkan juga hal-hal berikut ini:
1. Maturity Models : Untuk memetakan status maturity proses-proses TI (dalam skala 0 – 5) dibandingkan dengan “the best in the class in the Industry” dan juga International best practices
2. Critical Success Factors (CSFs) : Arahan implementasi bagi manajemen agar dapat melakukan kontrol atas proses TI.
3. Key Goal Indicators (KGIs) : Kinerja proses-proses TI sehubungan dengan business requirements
4. Key Performance Indicators (KPIs) : Kinerja proses-proses TI sehubungan dengan process goals
·         COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu :
1. Perencanaan dan organisasi (plan and organise)
2. Pengadaan dan implementasi (acquire and implement)
3. Pengantaran dan dukungan (deliver and support)
4. Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)

Maksud utama COBIT ialah menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola risiko-risiko yang berhubungan dengan IT. COBIT menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.
KESIMPULAN :
      Jadi, COBIT merupakan Control Objectives for Information and Related Technology, suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi yang dikembangkan oleh IT Governance Institute, yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA). Kerangka kerja COBIT ini terdiri atas beberapa arahan ( guidelines ) yaitu; Control Objectives, Audit Guidelines, Management Guidelines. Dan memilik 4 domain, yaitu; Perencanaan dan organisasi, Pengadaan dan implementasi, Pengantaran dan dukungan, Pengawasan dan evaluasi.
DAFTAR PUSTAKA :